Pembelajaran Tatap Muka Terbatas memang memiki keterbatasan, khususnya masalah waktu, namun hal tersebut bisa diatasi menggunakan metode pembelajaran flippped classroom. Tentunya pemanfaatan TIK sangatlah diperlukan untuk mewujudkan pembelajaran yang efektif dan efisien, di antaranya adalah menggunakan Portal Rumah Belajar dengan berbagai fitur canggih dan selalu diperbaharui sesuai perkembangan teknologi. Tak ketinggalan kolaborasi dengan Google Workspace for Education yang menghasilkan pembelajaran kolaboratif yang seru dan menarik. Bagaimana mewujudkan pembelajaran Bahasa Arab yang terintegrasi dengan semua hal di atas? Saksikan videonya sampai selesai.
Jangan lupa like kalau kalian suka videonya, subscribe agar tidak ketinggalan video selanjutnya, share agar lebih banyak yang mengetahui informasi ini, berikan komentar kalau ada saran ataupun ide untuk saya. Terima kasih.
Kamis, 11 November 2021, Kegiatan kuliah umum Pembelajaran Berbasis TIK (PembaTIK) Level 4 tahun 2021 memasuki hari kedua. Diawali dengan sambutan dari Direktur Jenderal PAUD Dikdasmen Kemendikbudristek, Bapak Jumeri, S.TP., M.Si yang mengharapkan para Sahabat Rumah Belajar tahun 2021 untuk menjadi penggerak dalam pemanfaatan TIK dalam pembelajaran dan menjadi garda terdepan dalam memajukan pendidikan di Indonesia menuju Indonesia maju.
Materi hari ini dibawakan oleh Bapak Maman Suherman atau Kang Maman, dengan judul Motivasi Guru dalam Mendidik: Belajar dalam Mengajar & Kiat Sukses Berkomunikasi dengan Publik. Wajah Kang Maman sangat familiar karena sering tampil di layar kaca dalam berbagai acara karena beliau merupakan seorang publik figur. Meskipun bukan berlatar belakang pendidik, namun apa yang disampaikan oleh Kang Maman sangatlah berisi dan menginspirasi bapak/ibu guru yang mengikuti kuliah umum ini. Dengan bahasa yang sederhana beliau menyampaikan kenyataan yang saat ini terjadi dunia pendidikan, hal-hal yang miskonsepsi di kalangan pendidik dan dapat berakibat pada kegagalan peserta didik. Salah satu yang paling berkesan adalah quote beliau: "Tidak ada anak yang bodoh atau nakal, hanya saja mereka belum bertemu dengan guru dan metode yang baik". Tugas kita semua sebagai guru-guru adalah untuk menjadi guru yang tepat bagi setiap peserta didik. Berat? Iya, tidak mudah? Iya, tapi bukan tidak mungkin. Luar biasa pahala yang menanti bapak/ibu guru ketika peserta didik kita menjadi sosok 'orang' di dalam masyarakat.
Dalam semarak peringatan hari pahlawan nasional, 10 November 2021, Duta Rumah Belajar bersama Sahabat Rumah Belajar tahun 2021 mengikuti kuliah umum Pembelajaran Berbasis TIK (PembaTIK) Level 4: Berbagi dan Berkolaborasi. Kuliah umum hari pertama ini dibuka dengan sambutan oleh Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemdikbudristek, Bapak Dr. M. Hasan Chabibie, ST., M.Si. yang mengapresiasi para Sahabat Rumah Belajar tahun 2021 sebagai guru-guru yang memiliki kompetensi TIK untuk dapat berbagi dan berkolaborasi pengetahuan TIK kepada guru-guru lainnya.
Sambutan kedua disampaikan oleh Sekretaris Jendral Kemdikbud Ristek, ibu Ir. Suharti, M.A., Ph.D. yang mengharapkan kontribusi para calon duta rumah belajar tahun 2021 untuk dapat membantu kemdikbudristek dalam mengatasi learning loss dengan memanfaatkan TIK dalam pembelajaran dan menjadi pahlawan dalam mengatasi kesulitan pembelajaran di seluruh Indonesia karena tidak dapat dipungkiri bahwa kita membutuhkan TIK.
Selanjutnya kami menerima materi pertama oleh Bapak Dr. Rulli Nasrullah, M.Si. atau Kang Arul yang merupakan pakar media sosial pertama di Indonesia, di mana beliau berbagi 'Kiat Sukses Guru Berbagi di Media Sosial Melalui Tulisan, Video, dan Karya'. Untuk dapat berbagi di media sosial secara efektif perlu untuk memahami bahwa konten yang dibagikan merupakan cara kita berkomunikasi dengan orang lain. Selain itu para guru harus memahami strategi membuat video efektif serta almgoritma media sosial agar pesan dapat tersampaikan dan menjangkau banyak orang.
Materi kedua dibawakan oleh Direktur Guru Pendidikan Dasar, Bapak Dr. Drs. Rachmadi Widdiharto, M.A. tentang 'Peran Duta Rumah Belajar dalam Transformasi Pembelajaran Digital'. Beliau menyampaikan bagaimana pembelajaran dan pendidikan saat ini yang disebut sebagai era 4.0 sudah jauh berbeda dengan pembelajaran di beberapa tahun yang lalu. Saat ini pembelajaran berpusat pada peserta didik, bukan pada guru. Berbagai program dari kemdikbudristek diharapkan bermuara pada terbentuknya peserta didik dengan profil pelajar pancasila. Salah satu Peran Duta Rumah Belajar adalah sebagai penggerak literasi digital, pemberdayaan ekosistem digital dalam transformasi pembelajaran digital.
Sahabat Rumah Belajar Untuk Negeri (Saraung), tema yang kelompok kami pilih sebagai Sahabat Rumah Belajar Sulsel 2021, kembali berbagi dalam Workshop Pembuatan Video Pembelajaran ala Rumah Belajar di SMAN 10 Pangkep, Sulawesi Selatan.
Dari kiri saya, Kepala SMAN 10 Pangkep, Plt. Kacabdin Wil. IX, dan Waka SMAN 10 Pangkep
Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kompetensi TIK para guru di SMAN 10 Pangkep, khususnya dalam pembuatan video pembelajaran. Diawali dengan sambutan Kepala SMAN 10 Pangkep, Bapak Mashuri Adsan, S.Ag., M.Pd. yang memberi motivasi untuk meningkatkan kompetensi dan menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi, selanjutnya Bapak Firman M., SE. selaku Plt. Kacabdin Wil. IX Kab. Pangkep memberi sambutan dan membuka kegiatan secara resmi.
Sebelum memasuki materi pembuatan video pembelajaran, terlebih dahulu saya berbagi tentang kegiatan PembaTIK dan mengajak bapak/ibu guru untuk mengikuti kegiatan tersebut di tahun yang akan datang.
Selanjutnya saya berbagi tentang Pembelajaran Era Digital Bersama Rumah Belajar yang merupakan portal pembelajaran resmi dari kemendikbudristek dengan berbagai fitur keren yang ada di dalamnya. Di akhir pembahasan tentang rumah belajar, kembali saya memberikan kuis rumah belajar menggunakan media Quzizz yang disambut meriah oleh peserta. Selain karena seru, pemenang kuis juga saya janjikan untuk mendapatkan hadiah. Setelah 10 pertanyaan berlalu, akhirnya keluar pemenangnya, yaitu Bapak Arie sebagai juara 1 mendapatkan hadiah utama stationary organizer dari saya, sementara Ibu Rosmayasari dan Harlinda Ramli sebagai juara 2 dan 3 mendapatkan hadiah stiker rumah belajar.
Juara 1 Kuis Rumah Belajar
Juara 2 dan 3 Kuis Rumah Belajar
Kegiatan dilanjutkan ke materi inti, yaitu tentang pembuatan video pembelajaran. Saya mengulas tentang video pembelajaran, proses pembuatan, kriteria video pembelajaran ala rumah belajar, hingga aplikasi editing video. Pada wokshop ini, saya berbagi tentang penggunaan canva sebagai aplikasi editing video berbasis cloud yang lebih dikenal sebagai aplikasi desain yang sangat powerful, namun saat ini canva juga dapat digunakan untuk video editing yang sederhana namun juga bisa membuat video pembelajaran bahkan untuk pemula sekalipun.
Peserta diperkenalkan mulai dari tools canva, step by step pembuatan video pembelajaran, hingga proses rendering/publishing menjadi video yang dapat dibagikan di youtube atau media sosial lainnya. Alhamdulillah 27 peserta yang mengikuti kegiatan tampak antusias meskipun di siang hari yang cukup panas.
Pada akhirnya, peserta diwajibkan untuk membuat video pembelajaran masing-masing sebagai tugas sekaligus syarat untuk mendapatkan sertifikat kelulusan dari workshop pembuatan video pembelajaran ini dan diberikan waktu hingga beberapa hari ke depan.
Dokumentasi kegiatan bisa disaksikan pada video di bawah ini.
Terima kasih UPT SMAN 10 Pangkep dan sampai jumpa pada kegiatan selanjutnya!
Sahabat Rumah Belajar Untuk Negeri (Saraung), tema yang kelompok kami pilih sebagai Sahabat Rumah Belajar Sulsel 2021, berbagi dalam Kegiatan Sosialisasi Portal Rumah Belajar di SMAN 3 Pangkep pada hari senin, 01 November 2021. Mengusung tema 'Rumah Belajar sebagai Media Pembelajaran Mandiri', kegiatan dilaksanakan secara tatap muka dan dihadiri oleh guru-guru dari SMAN 3 Pangkep.
Dua hari sebelumnya saya sudah mendapat izin untuk melaksanakan kegiatan sosialisasi portal rumah belajar kepada guru-guru di sekolah. Sehari sebelumnya spanduk hingga doorprize sudah saya siapkan untuk menambah keseriusan dan semangat peserta sosialisasi yang merupakan teman-teman mengajar saya. Karena sampai H-1 saya belum menerima paket yang berisi rompi, kaos, dan stiker dari pusdatin, maka saya menyiapkan rompi SRB 2020 untuk saya gunakan sosialisasi kalau ternyata sampai hari H saya belum mendapatkan paket tersebut. Tak ketinggalan paket hadiah keren berupa lunchbox sudah saya siapkan untuk peserta yang menang kuis yang akan saya laksanakan di akhir kegiatan sosialisasi.
Beruntung sebelum ke sekolah, saya bisa mendapatkan paket yang sudah dinanti berhari-hari ðŸ¤. Sampai sekolah, langsung di-unboxing dan rompinya langsung dipakai.
Alhamdulillah kegiatan sosialisasi berjalan lancar di mana sekitar 27 bapak/ibu guru peserta mengikuti materi tentang portal rumah belajar, memberi/menjawab pertanyaan, menginstal aplikasi, hingga mencoba menggunakan aplikasi rumah belajar. Tak lupa saya mengajak bapak/ibu guru untuk mengikuti PembaTIK di tahun berikutnya.
Adapun peserta yang memberi/menjawab pertanyaan serta menginstal aplikasi dengan cepat mendapatkan hadiah stiker.
Kehebohan memuncak pada akhir kegiatan karena saya mengadakan kuis dengan hadiah berupa lunchbox keren bagi pemenangnya. Kuisnya saya buat menggunakan quizizz dengan 5 pertanyaan tentang rumah belajar. Karena menggunakan mode teacher pace, setiap soal harus selesai dikerjakan seluruh peserta baru dapat lanjut ke soal berikutnya. Hasilnya di luar dugaan karena mulai dari soal ke-1 sampai ke-3, leaderboard-nya adalah Ibu Sri Wahyuni, kemudian di soal ke-4 digeser oleh Bapak Jalial Ramli, dan di soal ke-5 tiba-tiba nama Ibu Hj. Suhartati melesat ke puncak dan menjadi pemenang.
Ibu Hj. Suhartati, pemenang kuis Rumah Belajar
Kegiatan diakhiri dengan foto bersama dan pembuatan video jargon rumah belajar.
Setelah sesi coaching SRB Sulsel selesai tanggal 28 Oktober lalu, kami yang dijanjikan souvenir untuk digunakan dalam melaksanakan tugas seperti sosialisasi maupun vlog kemudian menunggu untuk menerima paket tersebut.
Postingan beberapa teman yang sudah mendapatkan paket yang katanya berisi baju, rompi dan stiker menambah kegalauan teman-teman, termasuk saya. Hingga hari tanggal 31 Oktober 2021 saya belum menerima paketnya, padahal keesokan harinya, tanggal 1 November 2021 saya sudah ada rencana sosialisasi di SMAN 3 Pangkep. Alhamdulillah saya menerima kabar dari Ibu Arnida Marsuki, SRB Sulsel 2021 dari Kab. Pangkep yang sudah lebih dulu menerima paketnya, kalau paket saya tersebut sudah ada di kantor jasa pengiriman, TIKI, dan bisa diambil di hari senin.
Senin, tanggal 1 November 2021 saya berangkat dari rumah di Kab. Gowa menuju sekolah tempat saya mengajar, SMAN 3 Pangkep dan berencana untuk singgah mengambil paket di kantor TIKI. Untuk mengantisipasi kalau saja saya tidak bisa mengambil paketnya, misalnya kantor TIKI belum buka, dan lain-lain, saya sudah menyiapkan rompi SRB 2020. Hehe.
Alhamdulillah, kantor TIKI sudah buka saat saya tiba di sana sehingga saya bisa langsung mengambil paketnya.
Tiba di sekolah, saya langsung unboxing paketnya untuk memastikan bahwa isinya benar seperti apa yang disampaikan teman-teman SRB di grup whatsapp.
Isi paketnya terdiri dari rompi SRB, kaos rumah belajar, dan 10 lembar stiker rumah belajar,
Kaosnya disimpan dulu, rompi langsung dipakai sosialisasi, stiker langsung habis terbagi kepada peserta yang menjawab pertanyaan dengan benar, menginstal aplikasi rumah belajar dengan cepat, dan menjadi pemenang kuis tentang rumah belajar. Lama datangnya, sekalinya datang, tidak lama, seperti itulah nasib dari 10 lembar stiker rumah belajar. 😂
Tak terasa kami tiba di hari terakhir coaching, yaitu hari keempat, pada hari kamis, 28 Oktober 2021. Diawali dengan sesi perkenalan 'terlambat' karena dilakukan di hari terakhir, kemudian dilanjutkan dengan pembahasan tugas sosialisasi yang dibawakan oleh Ibu Yundini Mattalunru, DRB Sulsel 2018.
Kegiatan sosialisasi membutuhkan perencanaan kegiatan dan tema yang akan diangkat, serta perlu untuk berkolaborasi, baik dengan dinas pendidikan, forum guru mapel, DRB ataupun sesama SRB. Tak lupa kemampuan public speaking menjadi salah satu hal yang dapat menentukan keberhasilan kegiatan sosualisasi.
Rangkaian kegiatan coaching ditutup oleh Pak Danang dari Pusdatin yang mengungkapkan kebahagiaan dan kebanggaan kepada seluruh SRB yang diharapkan menjadi teladan dalam pemanfaatan TIK dalam pembelajaran.
Guru Bahasa Arab di SMAN 3 Pangkep, Google Certified Educator Level 2, Quizizz Certified Game Changer, Sahabat Rumah Belajar 2020 dan 2021, Pandu Digital Purwa Kominfo, Pembina Ekskul Pandu Digital SMAN 3 Pangkep